0
Tarian Gayo

 Sejarah

Kata Gayo berasal dari kata : “Pegayon” artinya tempat mata air yang jernih dimana tempat ikan suci (bersih) dan kepiting. Kebudayaan Gayo telah ada sejak orang Gayo bermukim diwilayah dataran tinggi Gayo dan mulai berkembang pada masa Kerajaan Linge pertama abad X M (abad IV). Meliputi aspek kekerabatan, komunitas sosial, pemerintahan, pertanian, kesenian dan lain-lain. Adat Istiadat sebagai unsur kebudayan Gayo menganut prinsip keramat mupakat behu berdedele (kemuliaan karena mufakat, berani karena bersama), tirus lagu gelngan gelas, bulet lagu umut, rempak lagu re, susun lagu belo (bersatu teguh), nyawa sara pelok, ratip sara anguk (konta batin). Dan banyak lagi kata-kata pelambang yang mengandung kebersamaan dan kekeluargan serta keterpaduan. 

Etnis Gayo

Suku bangsa Gayo mendiami daerah dataran tinggi Gayo atau sering disebut Tanoh Gayo, komunitas masyarakatnya untuk saat ini yang banyak mendiami di lima kabupaten di Aceh yaitu Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Pada dasarnya suku bangsa Gayo terdiri dari tiga bagian atau kelompok, Gayo laut mendiami daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah, Gayo Lues mendiami daerah Gayo Lues dan Aceh Tenggara serta Gayo Blang mendiami sebagian kecamatan di Aceh Tamiang. Keberadaan masyarakat Gayo di kabupaten Aceh Tenggara sudah lama dan proses perkawinannya banyak terjadi antara etnis Gayo dengan etnis lainnya, Kabupaten Gayo Lues pada awalnya adalah bagian dari Kabupaten Aceh Tenggara, dimana masyarakat yang mendiami daerah tersebut adalah mayoritas dari suku bangsa Gayo. Waktu sedemikian keberadaan etnis Gayo ditanah Alas sangat eksis dan saling bahu-membahu dengan etnis Alas dalam membangun Aceh Tenggara. Dalam kehidupan sehari-harinya masyarakat Gayo mempuyai adat adalah mengikuti garis keturunan dari orang tua laki-laki, pembagian kelompok atau marga sama sekali tidak ada di etnis suku Gayo, tapi dalam hal pemangku adat di kalangan masyarakat Gayo masih kuat seperti pepatah gayo “ murib I kandung adat sedangkan menasa I kandung hukum (agama Islam) “.
Seni dalam masyarakat suku Gayo

Pada umumnya ada 3 macam bentuk kesenian Gayo yang menonjol dan sering dipergunakan ditengah masyarakat suku Gayo diantaranya;
  1.     Saman
  2.     Bines
  3.     Didong
Written by: Detikaceh
Informasi Sejarah Atjeh, Updated at: Monday, May 19, 2014

Post a Comment

 
Top